TGL : 9 MARET 2015
DOSEN DESI FIRMASARI, M.PD.L
KAPITA SELEKTA PENDIDIKAN
Kapita selekta adalah kumpulan karangan yang masing-masing
menguraikan sesuatu persoalan tetapi persoalan yang di uraikan itu termasuk
dalam lingkugan sesuatu ilmu pengetahuan.
Tantangan lembaga pendidikan islam
Pendidikan islam adalah proses mengubah tingkah laku individu
dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan kemasyarakatan dan alam sekitarnya
melalui interaksi yang dilakukan oleh induvidu tersebut.
Sistem pendidikan dan mencakup seluruh aspek kehidupan diburuhkan
oleh hamba allah sebagai mana islam islam menjadi.
Kesimpulan
Lembaga pendidikan islam adalah suatu
wadah atau bahan yang berusaha membentuk anak menjadi pengikut allah dan
memberikan kemampuan.
Lembaga pendidikan terbagi menjadi tiga :
1. Keluarga
adalah pendidikan informal merupakan lingkungan pendidikan yang pertama bagi
kehidupan anak di dalam mendapatkan didikan dan bimbingan bahwa keluarga
merupakan tempat meletakan kepribadian anak didik pada usia yang paling mudah
2. Sekolah
adalah pendidikan yang di peroleh seseorang di sekolah secarah teratur
sistematis dan bertingkat mengikuti syarat-syarat yang jelas dan ketat
3. Masyarakat
adalah lingkugan ketiga setelah keluarga dan sekolah pendidikan masyarakat
telah mulai ketika anak untuk beberapa dan berada di luar pendidikan sekolah
Mempunyai peranan penting dan merupakan lembaga pendidikan ke tiga
:
Ø Lembaga
pendidikan formal terdiri
dari pesantren madrasah dan perguruan tinggi .namun demikian tantangan yang
akan di bahas merupkan tantangan umum yang dihadapi oleh setiap pendidikan
formal tersebut
Ø Tantangan
lembaga pendidikan sebagai perubahan masyarakat dibidang sosial ,ekonomi,budaya
ilmu pengetahuan ,dan teknologi yang berpengaruh terhadap system pendidikan
yang sedang berjalan
Bentuk tantangan lembaga pendidikan islam
1. Tantangan di bidang soaial-keagamaan :
Tantangan sosial keagamaan yang
menekankan pada aplikasi dari keberadaan lembaga pendidikan islam itu sendiri.
Kehidupan social adalah kehidupan yang sangat kompleks. Didalamnya banyak
sekali terdapat permasalahan-permasalahan yang tediri dari berbagai macam dan
berbagai bentuk. Apatah lagi Indonesia yang notabene terdiri dari berbagai
macam adat budaya, agama yang tidak satu, perbedaan tingkat pendidikan,
ekonomi, dan sebagainya.
Social-keagamaan ini terdiri dari berlapis-lapis masalah yang jika tidak di tanggapi dengan bijaksana maka akan terjadi perpecahan. Keberadaan lembaga pendidikan islam itu akan benar-benar terasa kehadirannya apabila mampu memaksimalkan potensi kelembagaanya yang tentu salah satu tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang beragama
Social-keagamaan ini terdiri dari berlapis-lapis masalah yang jika tidak di tanggapi dengan bijaksana maka akan terjadi perpecahan. Keberadaan lembaga pendidikan islam itu akan benar-benar terasa kehadirannya apabila mampu memaksimalkan potensi kelembagaanya yang tentu salah satu tujuannya adalah menciptakan masyarakat yang beragama
Contohnya : adalah kehidupan sosial
beragama masih banyak manusia yang mempunyai kurang dalam sosialisasi sesama
masyarakat dan dalam membantu hal apapun .seseorag sesame muslim tetapi tidak
dapat membantu saudaranya dalam memberi semangat dan kemampuan dalam bidang
usaha yang yang di lakukannya manusia acuh tak acuh yang masih dalam memikirkan
diri sendiri padahal mereka sesama beragama dan masih jauh dan masih sedikit
dalam sosial dalam bermasyarakat.
2. Tantangan di bidang sistem nilai :
Sistem
nilai adalah tumpuan norma-norma yang dipegangi oleh manusia sebagai makhluk
individu dan sebagai makhluk sosial, baik itu berupa norma transional maupun
norma agama yang telah berkembang dalam masyarakat. Sistem nilai juga dijadikan
tolak ukur bagi tingkah laku manusia dalam masyarakat yang mengandung potensi
mengendalikan, mengatur dan mengarahkan perkembangan masyarakat itu sendiri.
Posisi lembaga pendidikan kita saat ini sedang berada dalam arena konflik
nilai-nilai yang membawa kepada transisi nilai kehidupan. Nilai spritual maupun
moral-etik, yang amat sensitif terhadap sentuhan-sentuhan nilai hedonistik
materiil dari kemajuan iptek. Sekolah dalam posisi ini, perlu bersikap dalam
melaksanakan tugas pokoknya
Contohnya
: yaitu membudayakan umat manusia dengan nilai-nilai ideal. Sehingga mampu
menjadi pondasi moral dan spritual bagi tegaknya masyarakat yang adil dan
makmur. Inilah dalam
menghadapi tantangan modernisasi yang harus berperan interaktif antara pengaruh
kekuatan ideal dari dalam dengan pengaruh realistis dan pragmatis dari luar
3. Tantangan di bidang ekonomi :
Kehidupan ekonomi suatu bangsa
banyak mempengaruhi pertumbuhan lembaga pendidikan. Bahkan juga mempengaruhi
sistem pendidikan yang diberlakukan serta kelembagaan kependidikan yang
bagaimana dapat menunjang ataupun mengembangkan sistem ekonomi yang diinginkan
Contohnya : dalam kehidupansehari
hari yang mana di dalam ekonomi masyarakat masih kurag dana dalam melakuakan
pendidikan sehinga anak didi tidak sekolah tidak menempuh pendidikanya untuk
selanjut ya
4. Tantangan di bidang politik :
Lembaga pendidikan yang ada di
wilayah suatu negara merupakan sektor perkembangan kehidupan budaya bangsa yang
commited (terikat) dengan tujuan perjuangan nasional yang berlandaskan pada
falsafah negaranya. oleh karena itu, maka suatu lembaga pendidikan yang tidak
bersedia mengikuti politik negaranya, akan merasakan bahwa politik tersebut
menjadi pressure (tekanan) terhadap cita kelembagaan tersebut. Sudah tentu hal
ini merupakan tantangan yang perlu dijawab “politic fundamental” pula. karena
hal tersebut menyangkut kepentingan perkembangan bangsa dimasa depan dan
maknanya bagi pemeliharaan watak dan keperibadian, kreatifitas dan disiplin
bangsa itu sendiri
Contohnnya
: seorang yang brmasyarakat yang mengikuti politik apa bila tidak menjalankan
sebuah amanah makah bangsa negarah akan ancur yg hanya memikirkan dirinya
sendiri
5. Tantangan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi :
Teknologi modern telah memungkinkan
terciptanya komunikasi bebas lintas benua, lintas negara, menerobos berbagai
pelosok perkampungan di pedesaan dan menyelusup di gang-gang sempit di
perkotaan, melalui media audio (radio) dan audio visual (televisi, internet,
dan lain-lain). Fenomena modern yang terjadi di awal milenium ketiga ini
popular dengan sebutan globalisasi
Contohnya
: apabilla masyarakat mengunakan teknologi tidak pada tempatnya akan hancur
agamanya yang mana tidak memanfaatkan sebaik mungkin
6. Tantangan di bidang kebudayaan :
kebudayaan yaitu suatu hasil budaya
manusia baik bersifat material maupun mental spiritual dari bangsa itu sendiri
atau bangsa lain. kondisi demikian menyebabkan timbulnya proses akulturasi
(perpaduan atau yang lain), dimana faktor nilai yang mendasari kebudayaan
sendiri sangat menentukan survive (daya tahan) bangsa tersebut. Bilamana
nilai-nilai kultural bangsa itu melemah karena berbagai sebab, maka bangsa itu
akan mudah terperangkap atau tertelan oleh kebudayaan lain yang memasukinya,
sehingga identitas kebudayaan bangsa itu sendiri akan lenyap.
Contohnya
: dalam kebudayaan apabila suatu Negara yang mana tidak di pertahankan dan
tidak dijaga sama-sama akan bias di ambil oleh negeri lain yaitu suatu
rempah-rempah,dan mengambil kekayaan Indonesia
7. Tantangan di bidang kemasyarakatan :
Kemasyarakatan
merupakan suatu lapangan hidup manusia yang mengandung ide-ide yang sangat
laten terhadap pengaruh kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi. Sebagai
sistem kehidupan.
Pada era ini kekuatan ekonomi seseorang terletak pada kepemilikannya terhadap informasi. Seseorang yang memiliki informasi akan lebih memiliki peluang daripada yang tidak tahu informasi. Dalam era informasi ini tentu ada dampak yang ditimbulkan baik positif atau pun yang negatif. Dampak positif dari era informasi ini
Pada era ini kekuatan ekonomi seseorang terletak pada kepemilikannya terhadap informasi. Seseorang yang memiliki informasi akan lebih memiliki peluang daripada yang tidak tahu informasi. Dalam era informasi ini tentu ada dampak yang ditimbulkan baik positif atau pun yang negatif. Dampak positif dari era informasi ini
Contohnya : dalam sebuah idea tau persatuan
apa bila tidak degan rencana dan fikiran yang di timbulkan masyarakat dalam
bidang membentuk sebuah usaha kalu degan ego dan kepentigan sendiri maka kemasyarakatanya kurag dan itu
jadi tantangan.
Sikap lembaga pendidikan islam :
1 1.Sikap
lembaga pendidikan islam
2 2. Sikap tak
acuh terhadap tantangan
perubahan sosial
3 3. Sikap yang
mengakui adanya perubahan sosial akan tetap menyerahkan pemecahannya kepada
orang lain
4 4. Sikap yang mengindefikasikan perubahan
pasifikasi dalam perubahan itu
5 5. Sikap selektif dalam menerima /menolak
kebudayaan asing
6 6. Sikap yang lebih aktif.
PERTEMUAN KE 2 TGL 16 MARET 2015
DOSEN: DESI FIRMALASARI,M.PD.I
LANGKAH STRATEGIS PENGEMBAGAN PPENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI
ü Madrasah dan
pemberdayaan peran masyarrakat
v Kehadiran
madrasah sebagai lembaga pendidikan islam di Indonesia merupakan simbiosis mutualisme
antara masyarakat muslim dan madrasah itu sendiri .secara historis kelahiran
madrasah tidak bisa dilepaskan dari peran /partisipasi
v Pendidikan
madrasya di Indonesia yang lahir pada awal abad ke-20 dengan munculnya madrasah
mambaul ulum di kraton Surakarta tahun 1905dan sekolah Adabiyah yang didirikan
oleh Syaikh Abdullah Ahmad di Sumatra barat tahun 1909
v Madrasah berdiri
atas inisiatif dan realisasi dari pembaruan islam yang telah ada, yakni antara
pengaruh pembaruan islam di timur tengah, pendidikan barat dan tradisi
pendidikan islam di Indonesia. Pembaharuan tersebut meliputi tiga hal, yaitu
1. Usaha
penyempurnaan system pendidikan pesantren
2. Penyesuaian
dengan pendidikan formal
3. Dan menjembatani
antara system pendidikan tradisional pesantren dan system pendidikan barat
v
Melihat
fenomena ini, maka pada awal abad ke-20 dalam kehidupan psantren terjadi
suatu perubahan penting, yakni dimasukkannya system madrasa atau klasikal
kedalam psantren. Dalam bahasa yang sederhana dapat dikatakan bahwa madrasa dalam
batas-batas tertentu merupakan lembaga persekolahan ala belanda yang diberi
matan agama. Hal ini dianggap sebagai imbangan terhadap pesatnya pertumbuhan
sekolah yang memakai system pendidikan barat
ü Dinamika dan
problematika dalam perkembangan
Madrasa sebagai lembaga pendididkan
islam sekarang ditempatkan sebagai pendidikan sekolah dalam system pendidikan
nasional. Munculnya SKB 3 Mentri tahun 1975 (surat keputusan bersama mentri
agama, mentri pendidikan, kebudayaan, dan mentri dalam negeri) menandakan bahwa
eksestensi madrasa cukup kuat beriringan dengan sekolah umum. Munculnya SKB3
Mentri merupakan langkah positif untuk meningkatkan untuk madrasa, baik dari
status, ijaza, maupun kurikulumnya. Pada awalnya SKB3 Mentri juga
dipermasalahkan karena komposisi pendidikan umum dan agama 70% dan 30% namun
oleh mentri agama pada saat itu, Mukti Ali dijelaskan bahwa dalam praktiknya
kedua mata pelajaran tersebut dapat saling mengisi, sehingga sama-sama 100%.
ü Munculnya
madrasa dan tantangan globalisasi
Lembaga pendidikan islam (psantren,
madrasa, sekolah, dan perguruan tinggi islam) memiliki misi penting yaitu
mempersispkan generasi muda umat islam untuk ikut berperan bagi pembangunan
umat dan bangsa dimasa depan. Pentingnya misi pendidikan islam ini disebabkan
karena hamper 100% siswa atau mahasiswa yang belajar di lembaga pendidikan
islami adalah anak-anak dari keluarga santri.
ü Peran madrasa
dalam menghadapi globalisasi
Dalam kaitannya dengan era
globalisasi san perdagangan bebas yang penuh dengan persaingan ini, madrasa
harus menyiapkan anak didiknya untuk siap bersaing dibidang apa saja yang
mereka masuki. Ini dimaksudkan agar lulusan madrasa tidak akan terpinggirkan
oleh lulusan sekolah umum dalam memperebutkan tempat dan peran dalam gerakan
pembangunan bangsa. Mengingat dalam UUSPN (UUD tentang system pendidikan
nasional), madrasa dikategorikan sebagai sekolah umum, maka lulusan madrasa pun
berhak melanjutkan pelajarnya keperguruan tinggi umum, baik fakultas, ilmu
social, maupun fakultas eksakta
ü Langkah
strategis pengembangan pendidikan di era globalisasi
a. Strategi
substantive adalah lembaga pendidikan islam perlu mengajikan program yang
koprehensip
b. Strategi
bottom-up adalah berarti banyak lembaga islam yang harus tumbuh dari bawah
c. Strategi
deregulatory adalah lembaga pendidikan islam sedapatmungkin tidak terlalu
terikat pada ketentuan –ketentuan baku yang terlalu sentralistik dan megikat
d. Strategi
coompertive adalah landasan pendidikan islam atau pun dengan yang lainya
ü Peningkatan Mutu
Pendidikan Madrasa Dalam Pentas Pendidikan Nasional
Ø Akuntabilitas
proses
Ø Profesionalisme
Ø Meningkatkan
anggaran biaya
Ø Meningkatkan
peran serta masyarakat
Ø Evaluasi diri
ü Reaksi
Pemikiran Islam Terhadap Globalisasi
I.
Tradisionalis adalah pemikiran tradisionalis percaya
bahwa kemunduran umat islam adalah ketentuanketentuan dan rencana dan
keterbelakangan islam.cara berfikir tradisionalis tidak hanya terdapat
dikalangan dipendesaan dan sesugguh pemikiran tradisionalis terdapat di
berbagai organisasi dan berbagai tempat
Contoh:yaitu
mempunyai keyakinan teguh pendirian mempunyai norma paham aajaran yang telah
allah berikan
II.
Modemitas adalah dalam masyarakat mudernisme
mengandung arti pikiran ,aliran ,gerakan dan usaha untuk mengubah paham-paham
institusi-institusi lama untuk disesuaikan dengan suasana baru yang ditimbulkan
oleh kemajuan ilmu pengehtahuan dan teknologi asumsi dasar kaum mordenis adalah
bahwa terbilang umat islam karena mereka
melakukan sakralisasi terhadap semua bidang kehidupan asumsi tersebut padapada
dasarnya sejalan dengan aliran developmentalisme yang beranggapan bahwa
kemunduran umat islam yang terjadi di Indonesia contoh:lebih memahami dan
mengetahui kemajuan teknologi dan member wawasan kepada umat islam bahwa
kemajuan era globalisasi yang semakin marak dan berkembang maka untuk umat
islam mengunakan teknologi dengan sebaik mungkin dan tidak tertigal missal
dimadrasah sekolah agama harus maju dan berkembang memakai teknologi dan alat
canggih.
III.
Gagasan transformatif
adalah gagasan transformatif merupakan alternative dari ke 3 redpons umat islam
diatas ,mereka percaya bahwaketerbelakagan umat islam disebabkan oleh ketidak
adilan system dan struktur ekonomi, politik dan kultur, oleh karna itu mereka
melakukan transformasi terhadap struktur melalui relasi yang secara adil dalam
ekonomi, politik contoh: member keadilan
dalam pihak madrasah umat islam agar madrasah lebih paham dan megerti di bidang
ilmu dan pengetahuan
IV.
Revivalis fundamentalis adalah menjelaskan factor
dalam (internal ) sebagai dasar analisistentang kemunduran umat islam
.globalisasi dan kapitalisme bagi mereka merupakan ialah satu agenda barat dan
konsep non-islam ,dipaksakan kepada masyarakat muslim
0 komentar:
Posting Komentar