Senin, 15 Juni 2015



A. Pendidikan Islam Dan Pemberdayaan Umat

Perkembangan manusia di Dunia terus berkembang dari zaman ke zaman terus berubah. Kita sebagian dari masyarakat di Dunia, ingin tidak ingin dipaksa untuk ikut dalam perubahan. Pendidikan adalah suatu proses yang panjang dalam rangka mengantarkan manusia untuk menjadi seorang yang kaya spiritual dan intlektual sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup disegala aspek dan menjalani kehidupan yang bercita-cita dan bertujuan pasti.

Dilihat dari segi sejarah pendidikan merupakan suatu gerakan yang tel;ah berumur sangat tua. Dalam bentuk yang sangat sederhana dapat dipahami bahwa pendidikan telah dijalani sejak dimulainya kehidupan manusia dimuka bumi ini. Pengusa alam semesta memberi contoh pendidikan kepada manusia dan dilanjutkan dengan mendidik keluarga. Lembaga pendidikan keluarga merupakan lembaga pendidikan yang pertama bagi anak-anak. Didalam keluarga ini lah tempat meletakan dasar-dasar keperibadian anak didik pada usia yang masih muda, karena pada usia ini anak didik lebih peka terhadap pengaruh dari pendidiknya (Orang tua anak atau anggota keluarga). 

Pendidikan Islam dan Proses Pemberdayaan Umat
1. Seputar Pendidikan Islam
Pengertian pendidikan Islam
Pendidikan Islam adalah usaha sadar untuk menyiapkan siswa dalam meyakini, memahami, menghayati dan mengamalkan agama Islam.


Pendidikan Islam adalah kegiatan atau lembaga-lembaga pendidikan yang khusus mengajarkan agama Islam kepada para siswa.


Dalam undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No. 2/ 1989 pasal 30 ayat 2 ditegaskkan bahwa isi kurikulum seriap jenis, jalur dan jenjang pendidikan wajib memuat:


1) Pendidikan Pancasila
2) Pendidikan Agama
3) Pendidikan Kewarganegaraan


Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Yaitu:Pertama, Pendidikan Agama Islam sebagai usaha sadar yakni suatu kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan yang dilakukan secara berencana. Kedua, Peserta didika yang disiapkan untuk mencapai tujuan. Ketiga, Guru Pendidikan Agama Islam melakukan kegiatan bimbingan, pengajaran atau latihan terhadap peserta didik untuk mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam.
Tujuan pendidikan agama Islam


Tujuan pendidikan agama Islam bukan semata-mata untuk memenuhi kebuthan intlektual saja, melainkan segala penghayatan, pengamalan serta pengaplikasian dalam kehidupan sehari-hari sekaligus menjadi pegangan hidup.


Tujuan pendidikan agama Islam adalah membentuk manusia yang mengabdi kepada Allah SWT, cerdas, terampil, berbudi luhur, bertanggung jawab terhadap dirinya dan masyarakat guna tercapainya kebahagiaan dunia dan akhirat (Akmal Hawi, 2004: 23)
Fungsi Pendidikan Islam


Agama Islam sangat perlu dalam kehidupan manusia, baik bagi orang tua, dewasa maupun anak-anak. Khususnya bagi anak-anak, agam merupakan pondasi awal yang diperlukan dalam pembentukan keperibadiannya. Anak yang tidak pernah mendapatkan pendidikan agama Islam diwaktu kecil, tidak akan mengetahui apa itu Islam.


Fungsi agama adalah: Pertama, memberikan bimbingan dalam hidup. Kedua, menolong dalam menghadapi kesukaran. Ketiga, menenteramkan batin. (Zakiyah Drajat, 1995:58)


2. Pendidikan Islam: Kasus Di Indonesia.


Hisbullah (1995:15) menyebutkan bahwa sejarah pendidikan gama islam mengikuti pertahapan perkembangan sebagaiberikut:


a. Periode pembina pendidikan Islam
b. Priode pertumbuhan pendidikan Islam
c. Periode kejayaan Islam
d. Tahap kemunduran pendidikan islam
e. Tahap pembaharuan Islam

Sementara itu pendidikan Islm di Indonesia yang tumbuh serta berkembang bersamaan dengan masuk dan perkembangan Islam di Indonesia. Sesungguhnya merupakan pengetahuan yang penting bagi kelangsungan perkembangan Agama Islam dan umat Islam.


Untuk mengetahui sejarah pendidikan islam di Indonesia tidak dapat dilepaskan dari fase-fase yang dilalui, dan dapat dibagi menjadi:


(a) Priode Islam masuk Indonesia.
(b) Priode pengembangan dengan melalui proses adaptasi.
(c) Priode kekuasaan kerajaan-kerajaan Islam.
(d) Priode Penjajahan Belanda
(e) Priode Penjajahan Jepang.
(f) Priode kemerdekaan. (Hisbullah, 1996: 15)


Salah satu catatan penting yang harus selalu kita segarkan dalam ingatan manakala ingin memajukan pendidikan islam yang berlangsung dinegeri ini masih menganut sistem pendidikan warisan abat pertengahan bagian akhir. Ciri utama dari masa tersebut adalah adanya pemisahan secara jelas antara ilmu pengetahuan, sehingga keberadaannya juga dibedakan dengan sekolah-sekolah umum.


3. Arah Pemberdayaan


Dengan melihat kondisi pendidikan pada umumnya dan pendidikan islam sekarang ini kihususnya, bangsa kita Indonesia akan menghadapi masalah besar, yaitu karna anak-anak didik telah menyampingkan urusan moral. Untuk suatu jangka panjangnya, masalah ini akan memberikan pengaruh besar pada sisi manusiawi umat dan bangsa yaitu hilangnya rasa persaudaraan, yang telah begitu membantu dalam membangun peradaban manusia yang saling tolong menolong.


Untuk mewujutkan kehidupan yang tidak individu dalam kehidupan justru memberikan kesulitan kepada pendidik. Kalangan bawah semakin sulit dalam memperbaiki kualitas hidupanya. Apalagi mempunyai gambaran yang jelas bahwa ekonomi Indonesia hampir 70% dikuasai oleh kalangan non-musli, dan untuk itu dalam meningkatkan kualitas komunitas muslim, jangan sampai lahir bentuk bersebrangan antara sesama muslim sendiri. Ini bagian terpenting dari beberapa aspek yang menentukan keberhasilan penunjukan peran pendidikan Islam.


MAKALAH
KAPITA SELEKTA PENDIDIKA
 Pendidikan Anak Usia Dini Dalam Perspektif  Islam

Disusun oleh:
Rika Rahim (1219250013)
Dosen Pembimbing:




PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU(UMB)
2015/2016

                                                         KATA PENGANTAR
       Segala puji syukur atas izin ALLAH SWT. yang masih memberikan dua kenikmatan yang luar biasa yaitu kesempatan dan kesehatan. Bahwa dengan tidak ada dua kenikmatan itu saat ini kita tidak dapat melakukan segala aktivitas sehari-hari. Dan termasuk penyelesaian makalah ini yang telah di buat atas izin ALLAH SWT. Dan kepada nabi kita Muhammad saw yang telah membawa zaman ini menjadi zaman ilmu pengetahuan yang saat ini kita rasakan.
          Mengetahui cara memperoleh pendidikan anak usia dini, sangat diperlukan oleh semua orang. Semoga dengan tersusunnya makalah kapita selekta pendidikan ini   dapat menambah wawasan pembaca  Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa makalah ini masih memiliki banyak kekurangan untuk itu kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca sekalian.

A. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif  Pendidikan Islam

Dalam pandangan Islam, segala sesuatu yang dilaksanakan, tentulah memiliki dasar hukum baik itu yang berasal dari dasar naqliyah maupun dasar aqliyah. Begitu juga halnya dengan pelaksanakan pendidikan pada anak usia dini. Berkaitan dengan pelaksanaan pendidikananakusiadini,  
          Berdasarkan ayat tersebut di atas, dipahami bahwa anak lahir dalam keadaan lemah tak berdaya dan tidak mengetahui (tidak memiliki pengetahuan) apapun. Akan tetapi Allah membekali anak yang baru lahir  tersebut dengan pendengaran, penglihatan dan hati nurani  (yakni akal yang menurut pendapat yang sahih pusatnya berada di hati). Menurut pendapat yang lain adalah otak. Dengan itu manusia dapat membedakan di antara segala sesuatu, mana yang bermanfaat dan mana yang berbahaya. Kemampuan dan indera ini diperoleh seseorang secara bertahap, yakni sedikit demi sedikit. Semakin besar seseorang maka bertambah pula kemampuan pendengaran, penglihatan, dan akalnya hingga sampailah ia pada usia matang dan dewasanya. Dengan bekal pendengaran, penglihatan dan hati nurani (akal) itu, anak pada perkembangan selanjutnya akan memperoleh pengaruh sekaligus berbagai didikan dari lingkungan sekitarnya.
Meskipun anak lahir dalam keadaan lemah tak berdaya serta tidak mengetahui apa-apa, tetapi ia lahir dalam keadaan fitrah, yakni suci dan bersih dari segala macam keburukan. Karenanya untuk memelihara sekaligus mengembangkan fitrah yang ada pada anak, orang tua berkewajiban memberikan didikan positif kepada anak sejak usia dini atau bahkan sejak lahir yang diawali dengan mengazankannya. Hal ini dikarenakan pada prinsipnya fitrah manusia menuntut pembebasan dari kemusyrikan dan akibat-akibatnya yang dapat menyeret manusia kepada penyimpangan watak dan penyelewengan serta kesesatan di dalam berfikir, berencana dan beraktivitas. Bagi manusia kepala merupakan pusat penyimpanan informasi alat indera yang mengatur semua eksistensi dirinya, baik psikologis maupun biologis. Indera pendengaran, penglihatan, penciuman dan indera perasaan diatur oleh kepala. Tatkala azan berikut kalimah yang dikandungnya, yaitu kalimah Takbir dan kalimah Tauhid, meyentuh pendengaran si bayi, maka kalimah azan tersebut ibarat tetesan air jernih yang berkilauan ke dalam telinganya, sesuai dengan fitrah dirinya. Pada waktu itu si bayi belum dapat merasakan apa-apa, hanya kesadarannya dapat merekam nada-nada dan bunyi-bunyi kalimah azan yang diperdengarkan kepadanya. Kalimah terebut dapat mencegah jiwanya dari kecenderungan kemusyrikan serta dapat memelihara dirinya dari kemusyrikan. Demikian pula kalimah azan seolah-olah melatih pendengaran manusia (dalam hal ini anak bayi/usia dini) agar terbiasa mendegarkan panggilan nama yang baik, sehingga hal ini menuntut para orang tua untuk memberi (menamai) anaknya dengan nama yang baik serta memiliki makna yang baik pula.
Nama yang indah sesungguhnya tidak hanya sekedar nama atau panggilan, tetapi sesungguhnya merupakan cerminan tentang adanya pujian atau do'a, harapan atau gambaran semangat dan dambaan indah kepada anak-anaknya.
Dalam mendukung perkembangan anak pada usia-usia selanjutnya, termasuk pada usia dini, yang menjadi kewajiban orang tua adalah memberikan didikan positif terhadap anak-anaknya, sehingga anak-anaknya tersebut tidak menjadi/mengikut ajaran Yahudi, Nasrani atau Majusi, melainkan menjadi muslim yang sejati.
Dalam pandangan Islam anak merupakan amanah di tangan kedua orang tuanya. Hatinya yang bersih merupakan permata yang berharga, lugu dan bebas dari segala macam ukiran dan gambaran. Ukiran berupa didikan yang baik akan tumbuh subur pada diri anak, sehingga ia akan berkembang dengan baik dan sesuai ajaran Islam, dan pada akhirnya akan meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat.  Jika anak sejak dini dibisakan dan dididik dengan hal-hal yang baik dan diajarkan kebaikan kepadanya, ia akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan akan memperoleh kebahagiaan serta terhindar dari kesengaraan/siksa baik dalam hidupnya di dunia maupun di akhirat kelak. Hal ini senada dengan firman Allah:
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(At Tahrim: 6)
Terhadap ayat ini Ibnu Kasir dalam tafsirnya menjelaskan, bahwa ayat ini menganjurkan kepada setiap individu muslim bertakwa kepada Allah dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk bertakwa kepada Allah. Ibnu Kasir menjelaskan bahwa Qatada mengatakan bahwa engkau perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan engkau cegah mereka dari perbuatan durhaka terhadapNya, dan hendaklah engkau tegakkan terhadap mereka perintah Allah dan engkau anjurkan mereka untuk mengerjakannya serta engkau bantu mereka untuk mengamalkannya. Jika engkau melihat di kalangan keluargamu suatu perbuatan maksiat kepada Allah, maka engkau harus cegah mereka darinya dan engkau larang mereka melakukannya. Hal yang sama juga dikemukakan Ad-Dahlak dan Muqatil, bahwa sudah merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim mengajarkan kepada keluarganya, baik dari kalangan kerabatnya ataupun budak-budaknya, hal-hal yang difardukan oleh Allah dan mengajarkan kepada mereka hal-hal yang dilarang oleh Allah yang harus mereka jauhi.
Berdasarkan ayat tersebut, dipahami bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk memelihara diri dan keluarga (anak-anaknya) dari siksaan api neraka. Cara yang dapat dilakukan oleh orang tua ialah mendidiknya, membimbingnya dan mengajari akhlak-akhlak yang baik. Kemudian orang tua harus menjaganya dari pergaulan yang buruk, dan jangan membiasakannya berfoya-foya, jangan pula orang tua menanamkan rasa senang bersolek dan hidup dengan sarana-sarana kemewahan pada diri anak, sebab kelak anak akan menyia-nyiakan umurnya hanya untuk mencari kemewahan jika ia tumbuh menjadi dewasa, sehingga ia akan binasa untuk selamanya. Akan tetapi seharusnya orang tua sejak dini mulai mengawasi pertumbuhannya dengan cermat dan bijaksana sesuai dengan tuntutan pendidikan Islam.
Dari uraian di atas kiranya dapat disebutkan bahwa tujuan pendidikan anak usia dini dalam pandangan Islam adalah memelihara, membantu pertumbuhan dan perkembangan fitrah manusia yang dimiliki anak, sehingga jiwa anak yang lahir dalam kondisi fitrah tidak terkotori oleh kehidupan duniawi yang dapat menjadikan anak sebagai Yahudi, Nasrani atau Majusi. Atau dengan kata lain bahwa pendidikan anak usia dini  dalam pendidikan Islam bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak sejak dini, sehinga dalam perkembangan selanjutnya anak menjadi manusia muslim yang kāffah, yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Hidupnya terhindar dari kemaksiatan, dan dihiasi dengan ketaatan dan kepatuhan serta oleh amal soleh yang tiada hentinya. Kondisi seperti inilah yang dikehendaki oleh pendidikan Islam, sehingga kelak akan mengantarkan peserta didik pada kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat.
B. kurikulum pendidikan anak usia dini
            Pada pendidikan anak usia dini kurikulum yang digunakan adalah berbentuk tema, di mana guru secara bersama menentukan tema yang cocok untuk anak yang disesuaikan dengan lingkingan lembaga.sebagian besar dalam pendidikan anak usia dini di Indonesia sudah menggunakan tema (tematik),namun dengan terus berkembangnya ilmu pengetahuan tentangpembelajaran anak usia dini kita mulai mengenal istilah TFP atau tema fact and principle(istilah,fakta-fakta, dan prinsip-prinsip ). Di mana semua informasi tentang tema dialirkan melalui TFP.
            Kurikulum adalah perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan sedangkan tema adalah pokok pikiran,menurut departemen pendidikan Nasional dalam Undang-Undang NO.20 Tahun 2003 tentang  system pendidikan Nasional yang dimaksud dengan kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan ,isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pendoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
            TFT  adalah serangkaian atau kumpulan materi yang akan disampaikan pada anak untuk membagun pikiran mereka sesuai dengan tujuan yang telah  direncanakan guru untuk disampaikan/ dilahirkan kepada anak. TFT ditulis dengan mengunakan tantanan bahasa yang baik dan benar , dan dialirkan kepada anak dengan mengunakan bahasa atau kalimat sederhana yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.TFT  merupakan pengembngan kurikulum yang berupa uraian-uraian terkait dengan tema yang dibahas dengan bertolak pada fakta empirik yang didukung oleh sumber-sumber buku yang dijadikan sandaran pengetahuan dalam proses pembelajaran. TFT dalam proses pembelajaran dapat pula diartikan  sebagai upaya mengalirkan knowledger dan pengalaman belajar kepada peserta didik yang disesuaikan dengan tingkat perkembagan kronologis dan biologis.
            Tema yang merupakan sebuah pokok  pikiran disampaikan melalui aliran TFP ( term, fact, dan principle ). Tema merupakan informasi umum yang bias didapatkan anak  melalui pengalaman , orang dewasa/ guru, dan tema. Informasi yang diberikan atau dialirkan kepada anak hendaklah merupakan keadaan atau peristiwa yang merupakan kenyataan atau sesuatu hal yang benar-benar ada atau terjadi (fact), dan sesuai yang benar dan menjadi pokok dasar berpikir atau bertindak  (principle)
            Kurikulum pengajaran dengan tema dan TFP untuk memberikan pengajaran dengan total guna menciptakan pengajaran yang holistik (menyeluruh), pada program awal terpadu untuk anak-anak . dan kurikulum tema pada PAUD mempunyai karakter tersendiri menurut para ahli.kurikulum yang disusun dalam “tema”membuat anak melibatkan dirinya di dalam semua area yang mereka pelajari dan menjadikan mereka untuk selalu tertarik pada suatu topic dengan sikap ingin tahu. Dalam hal ini guru harus mampu mengorganisasikan antara pikiran dan rencana (planning), sehingga dapat memilih aktivitas yang bermanfaat untuk anak. Dengan cara guru mengumpulkan semua data dan diorganisasian sebagai dasar perencanaan oleh mereka, di mana hal ini berguna untuk menjaga dan menigkatkan akurasi infoemasi yang mendukung anak .
            Untuk mempelajari materi harus berasal dari suatu pengalaman yang dekat dengan kehidupan anak.tema selain merupakan bingkai dari materi pembelajaran yang sudah direncanakan ,juga dibutuhkan guru guna menarik perhatian anak untuk mereka bisa fokus terhadap:
1.      Karakteristik dan detail dari topik yang spesifik.
2.      Menyebutkan dan mendeskripsikan suatu objek dan prosesnya.
3.      Memberikan detail bagai mana kerja dari sesuatu
4.      Bertanya serta menjawab pertanyaan anak
Oleh karena itu kurikulum yang disusun dalam tema membuat anak melibatkan dirinya  didalaam pelajaran dan menjadikan mereka  untuk selalu tertarik pada suatu topik dengan sikap ingin tahu.
a.       Mengenal /mengimani allah (akidah )
b.      Beribadah kepada allah (ibadah)
c.       Berbuat baik kepada sesama manusia, alam raya dan makhluk allah (akhlak)
d.      Mengenal dan mampu memanfaatkan alam ciptaan allah 9ilmu pengetahuan dan keterampilan )
e.       Mengenal bakat, minat dan kemampuan yang dimiliki kesenian, oleh raga, keahlian, beryanyi, menggambar, membuat kerajinan, dan sebagainya.
lihat pula hadis rasulullah saw. Yang menganjurkan agar anak disik diajar berenang, memanah dan menuggang kuda, baik dalam arti sesungguhnya maupun kiasan . berenang melambangkan keseimbangan hidup, memanah mengambarkan  kempuan menatap masa depan secara tajam, dan menuggang kuda mengambarkan juka yang semagat dan progresif dan kerja keras.
C. metode pendidikan anak usia dini
Belajar proses perubahan perilaku berdasarkan pengalaman dan latihan.prinsip-prinsip  belajar merupakan suatu ketentuan yang harus dilakukan anak ketika belajar .anak merupakan pembelajaran yang aktif. Saat bergerak , anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk belajar .metode  pembelajaran adalah pola umum perbuatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan  belajar mengajar. Metode pembelajaran adalah segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan demikian, metode pembelajaran menekankan kepada bagaimana aktivitas guru mengajar dan kativitas anak belajar. Anak mengunakan seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar,dan secara energy mencari cara untuk menghasilkan potensi maksimum. Tugas guru adalah bagaimana menyediakan lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik,social, dan mampu mereflesikannya. Anak belajar dengan gaya yang berbeda .ada tiga tipe gaya belajar yaitu  tipe visual, tipe auditorial, dan tipe kinestik. Anak belajar melalui bermain, dengan bermain anak dapat memahami, menciptakan, memanipulasi symbol-simbol, dan mentransformasikan objek-objek tersebut
            Variabel dalam metode pembelajaranantara lain
a.       Tujuan : karakteristik tujuan perlu dipertimbangkan  dalam memilih danmengunakan metode pembelajaran.
b.      Tema :tema pembelajaran di paud meliputi beberapa tema . masing-masingtema memiliki karatekristik  tersendiri , luasnya tema tergantung seberapa dalam materi yang akan diberikanoleh gurunya.
c.       Kegiatan :kegiatan belajar di PAUD dapat dilaksanakan di dalam ruangan dan ada pula yang dapat dilaksanakan di luar ruangan.
d.      Anak :dalam menyediakan bahan dan alat main,guru perlu mempertimbangan tahap perkembangan anak, karena setiap anak memiliki perkembangan anak, karena setiap anak memiliki perkembangan yang berbeda satu dengan yang lainnya.
e.       Media dan sumber belajar : guru harus dapat memilih mediah  dan sumber belajar yang dapat mendukung terlaksananya proses belajaryang efektif dan relefen dengan metode pembelajaran yang dipilih dan  mendukung penigkatan tahap perkembangan anak menuju ke tahap yang lebih tinggi.
f.       Guru :guru merupakan factor penentu dalam  keberhasilan  belajar anak .
g.      Evaluasi :merupakan kegiatan  pengukuran keberhasilan  belajar anak .model evalusi terhadap anak usia dini berbasis  aspek  perkembangan anak yaitu :estetik, afeksi, kongnisi ,bahasa,fisik-motorik,social emosional ,pembangunan, dan main pura-pura. Minimal lima aspek yang dikembangkan seperti pada permen Diknas NO.58 Tahun 2009, yaitu Nilai Agama dan moral ,Bahasa, Kongnisi,fisik-motorik dan sosial, Emosional.
Metode pembelajaran PAUD tediri dari beberapa metode antara lain
1.      Metode pembelajaran bermain
Dworetzky memberikan batasan bermain ,setidaknya ada lima criteria dalam bermain yaitu 
(1). Motivasi bermain muncul dari dalam diri anak itu sendiri , bukan karena ada tuntunan  atau paksaan dari luar dirinya
(2).pengaruh  positif :kegiatan bermain merupakan tingkah laku  yang menyenagkan atau mengembirakan
 (3).bukan dikerrjakan samba lalu: kegiatan main merupakan kegiatan utama anak dan lebih bersifat pura-pura
(4).cara atau tujuan :cara bermain lebih diutamakan  dari pada tujuan bermain dan
(5).kelenturan : kelenturan ditujukan baik dalam bentuk maupun dalam hubungan serta berlalu dalam setiap situasi
            Melalui kegiatan bermain diharapkan seluruh potensi kecerdasan anak dapat di kembangkan ( kecerdasan majemuk ).selain itu ,kegiatan bermain bagi anak sangat memenaruhi perkembanganya  ,menurut harlock (1991) setidaknya  ada sebelas pengaruh  bermain bagi anak, yaitu:perkembangan  fisik,dorongan  berkominikasi, penyaluran bagi emosional yang terpendam, penyaluranbagi keinginan dan kebutuha sumberbelajar rangsanganbagi kreativitas,perkembangan wawasan diri , belajar bermasyarakat , standar moral, belajar bermain sesuai dengan peran  jenis kelamin , dan perkembangan ciri kepribadian yang diinginkan.
2.      Metode pembelajaran melalui bercerita
Bercerita adalah cara bertutur dan menyampaikan  nilai-nilai yang berlaku di masyarakat. Isi cerita diupayakan berkaitandengan
Ø  Dunia kehidupan anak yang penuh suka cita, yang menuntut  isi cerita memiliki unsure yang dapat memberikan perasaan  gembira, lucu,menarik, dan mengasyikan bagi anak
Ø  Disesuaikan dengan minat anak yang biasanya berkenaan dengan binatang ,tanaman , kendaraan, boneka, robot, planet, dan lain sebagainya
Ø  Tingkat usia, kebutuhan dan kemampuan anak menangkap isi cerita berbeda-beda. Maka cerita yang diharapkan haruslah bersifat ringkas atau pendek dalam rentang perhatian anak
Ø  Membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya dan menanggapi  setelah guru selesai bercerita
Dalam bercerita ada beberapa cara yang dapat dilakukan oleh guru:
a.       Membaca langsung dari buku cerita .
b.      Menceritakan dongeng. Mendongeng  merupakan cara bercerita yang meneruskan warisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya
c.       Bercerita dengan mengunakan ilustrasi gambar dari buku . guru dapat membuat gambar-gambar ilustrasi sendiri terhadap cerita-cerita yang panjang namun mempunyai gambar yang sedikit.
d.      Bercerita mengunakan papanflance. Caranya hamper sama dengan bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar, yang membedakan  adalah bahan dan alat yang digunakan.
e.       Bercerita dengan mengunakan media boneka.
f.       Bercerita dengan mnggunakan atau memainkan jari-jari tangan.

3.      Metode pembelajaran melalui bernyanyi
Honing menyatakan bahwa bernyanyi memiliki banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan  pribadi anak secara luas,karena
Ø  Bernyanyi bersifat menyenangkan
Ø  Bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi kecemasan
Ø  Bernyanyi merupakan media untuk mengekpresikan perasaan
Ø  Bernyanyi dapat membantu membangun rasa percaya diri anak
Ø  Bernyanyi dapat membantu daya ingat anak
Ø  Bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor
Ø  Bernyanyi dapat mengembangkan keterampilan berpikir dan kemampuan motorik anak dan
Ø  Bernyayi dapat menigkatkan keeratan dalamsebuah kelompo
4.      Metode pembelajaran terpadu
Pembelajaran  terpadu memiliki karakteristik
·         Dilakukan melalui kegitan pengalaman langsung
·         Sesuai dengan kebutuhan danminat anak
·         Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengunakan semua pemikiran
·         Menggunakan bermain sebagai wahana belajar
·         Menghargai perbedaan individu
·         Melibatkan orang tua atau keluarga untuk mengoptimalkan pembelajaran.
Metode pembelajaran terpadu direncanakan dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip
Ø  Berorientasi pada perkembamgan anak
Ø  Berkaitan dengan pengalaman nyata anak
Ø  Mengintegrasikan isi dan proses belajar
Ø  Melibatkan penemuan aktif
Ø  Memadukan berbagai bidang pengembangan
Ø  Kegiatan belajar bervariasi
Ø  Memiliki potensi untuk dilaksanakanmelalui proyek oleh anak
Ø  Waktu pelaksanaan fleksibel
Ø  Melibatkan anggota keluarga anak
Ø  Tema dapat diperluas
Ø  Direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman yang ditunjukkan oleh anak
5.      Metode pembelajaran demonstrasi
Hamper dalam setiap kegiatan main akan terjadi pengalaman baru yang menimbulkan kegiatan  belajar  pada anak  pengalaman-pengalaman yang dikenal dengan pengalaman belajar tersebut diperoeh anak melalui penglihatan ,pendengaran, dan peniruan. Perolehan pengalaman belajar yang dirancang secara khusus untuk menunjukkan, mengerjakan, dan menjelaskan suatu objek atauproses dari suatu peristiwa yang sedang dilakukan merupakan salah satu metode bermain yang disebut dengan demonstrasi.
6.      Mentoring pembelajaran pemberian tugas
Tugas atau pekerjaan yang diberikan kepada anak berfungsi memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas berdasarkan petunjuk (aturan ) yang telah diberikan oleh guru sebelumnya sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan pekerjaanya dari awal sampai tuntas. Tugas atau pekerjaan yang diberikan dapat dikerjakan secara berkelompok atau individu.
7.      Metode pembelajaran karyawisata
Metode ini adalah kunjungan secara langsung ke objek-objek yang sesuai dengan tema yang dibahas. Melalui kunjungan tersebut anak dapat mengamati langsung sekaligus memperoleh kesan dari pengamatanna.
Melalui karyawisata diharapkan dapat:
Ø  Merangsang minat anak terhadap sesuatu
Ø  Memperluaskan informasi yang diperoleh di tempat kegiatan
Ø  Member pengalaman belajar secara langsung
Ø  Menumbuhkan minat anak terhadap sesuai
Ø  Menambah wawasan anak
Ø  Menjadi  sarana rekreasi
Ø  Member perasaan yang menyenangkan
Ø  Sarana mempererat hubungan antum orangtua dan pendidikan PAUD,orang tua dengan orangtua, orang tua dengan anak, serta anak dengan anak
8.      Metode pembelajaran bercakap-cakap (berdialog)
Bercakap-cakap ini berkembang menjadi suatu dialog bahan akan bersifat diskusi karena dapat melibatkan dua orang atau lebih. Manfaat nyata dari bercakap-cakap antara lain:
Ø  Meningkatkan keberanian anak untuk berbicara
Ø  Melatih kemampuan anak untuk mendengarkan pembicaraan dan menangkap esan dari orang lain
Ø  Membangun konsep diri yang positif
Ø  Memperluas pengetahuan dan menigkatkan perbendaharaan kosakata yang dimiliki anak
Ø  Menigkatkan  keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain seperti pada guru dan tema sebaya.
9.      Metode pembelajaran sentra dan lingkaran (seling)
Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada anak-anak untuk bebas bermaindi sentra-sentra yang sudah disiapkaan
·         Pijakan lingkungan main, berupa penataan lingkungan main
·         Pijakan awal main, guru membacakan buku yang berkaitan dengan tema, menggabungkan kosakata,memberikan gagasan bagaimana mengunakan bahan-bahan da alat main yang tersedia, mendiskusikan aturan-aturan yang digunakan saat bermain
·         Pijakan saat main merupakan pijakan individual yang diberikan saat anak main.
·         Pijakan setelah main(recalling), mendukung anak untuk mengigat kembali kegiatan  mainya dan setiap anak mendapatkankesempatan
Waktu lingkungan anak-anak dan guru melakukanya kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan motivasi dan menumbuhkan kreativitas anak untuk membangun pikirannya sehingga anak mendapatkan ide-ide yang akan dapat mereka tuangkan saat mereka bermain nantinya.
10.  Metode pembelajaran quantum teaching
Metode ini tergolongan relatif masih baru dalam PAUD,karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikanformal.melalui metode quantum teaching, peran otak kanandan otak kiri dapat dioptimalkan. Melalui metode quantum teaching, peran otak kanan dan otak kiri dapat dioptimal. Metode ini juga mampu mengakomodasi  modalitas belajar anak (visual,auditorial, kinestetik). Pembelajaran dengan metode ini mengacu pada rancangan pembelajaran yangberbentuk TANDUR, yaiyu tumbuhan,alam, namai, demonstrasikan, rakyat.
D. Evaluasi pendidikan anak usia dini
Setiaphari guru melakukan penilaian atau evaluasi,dalam hal ini guru mempertimbangkan efektivitas suatu perencan program atau  sasaran .penilaian semacam ini disebut dengan penilaian reflektif adapun penilaian tentang efisiensi proses program disebut dengan penilaian formatif dan prihal kesahihan dan keterandalan penilaian hasil pelaksaan program kegiatan belajar disebut dengan penilaian sumatif.evaluasi program bertujuan untuk mngetahui efektifitas pelaksnaan program PAUD.evaluasi program mengukur sejauh mana indikator keberhasilan penyelenggaraan PAUD yang bersangkutan .evaluasi program mencakup penilaian tersadar
1.      Kinerja pendidikan (guru/kader/pamong) dan pengelola
2.      Program pembelajaran
3.      Administrasi kelompok
DI dalam pembelajaran dengan sentra dan waktu lingkaran ,untuk mngetahui apakah anak memehami konsep-konsep yang telah  diajarkan, melalui metode evaluasi berupa pengamatan langsung dan terus-menerus selama anak bermain. Evaluasi seharusnya megambil tempat sepanjng pembelajaran berlangsung, bias berpura tingkat tahapan main anak atau pengamatan tertulis untuk menilai know ledge anak dan kemampuan represetasi aank.
Beberapa alat penilaian yang dapat digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak, antara lain adalah:
1    Portofolio yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan sejauhmana keterampilan anak berkembang.
2.    Unjuk kerja (performance) merupakan penilaian yang menuntut anak untuk melakukan tugas dalam bentuk perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktik menyanyi, olahraga, atau memperagakan sesuatu perbuatan; seperti cara menggosok gigi, cara beristinja, cara berwudhu’ dan sedikit tentang gerakan dalam sholat.
3..    Penugasan (project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan waktu yang relativ lama dalam mengerjakannya, misalnya melakukan percobaan menanam biji.
4.     Hasil karya (product) merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.

Seluruh kegiatan evaluasi yang dilakukan dalam pendidikan anak usia dini adalah untuk mengetahui perkembangan anak didik, yang mencakup dua aspek utama yaitu aspek pembiasan dan kemampuan dasar. Pada aspek pembiasaan, penilaian meliputi tentang perkembangan moral dan nilai-nilai agama, social, emosional dan kemandirian. Sedangkan pada aspek kemampuan dasar penilaiannya meliputi; kemampuan berbahasa, kemampuan kognitif, kemampuan fisik/motorik, dan kemampuan seni.  Terhadap perkembangan moral dan nilai-nilai agama, evaluasi dilakukan untuk mengetahui kemampuan anak dalam berdo’a, mengucapkan salam, membedakan cipataan-ciptaan Allah, membaca beberapa do’a pendek, sekaligus juga mengetahui perkembangan anak dalam berdisiplin, kesopanan dalam berpakaian dan ketertiban dalam mengerjakan tugas-tugas di sekolah. Adapun penilaian terhadap perkembangan sikap sosial, emosional dan kemandirian, ditujukan untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak dalam bergaul, berteman, mengambil keputusan sederhana, bertanya sederhana, mengendalikan emosi dan kemandirian dalam mengurus keperluannya di sekolah.  Sedangkan penilaian pada aspek kemampuan dasar ditujukan untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak dalam berbahasa, seperti kemampuan melakukan macam-macam perintah menceritakan pengalaman nya, merespon pertanyaan guru, dan kemampuan berkomunikasi dengan guru maupun temannya. Evaluas perkembangan kemampuan kognitif dilakukan untuk menilai kemampuan anak dalam menyatakan waktu yang dikaitkan dengan jam, membedakan macam-macam suara, mengelompokan warna, mengenal dan membedakan macam-macam rasa, serta kemampuan anak dalam menghitung bilangan tanpa menggunakan alat bantu. Evaluasi perkembangan fisik/motorik dilakukan dalam rangka mengetahui kemampuan anak dalam hal fisik/motoriknya seperti dalam kegiatan makan,  menyisir rambut, mencuci dan mengelap tangan, memantulkan, menangkap, melempar bola, menggunting, melipat, dan meniru suatu gerakan terutama dalam bentuk senam atau tarian sederhana. Evaluasi perkembangan seni adalah untuk mengetahui kemampuan anak dalam mengapresiasikan imajinasinya dalam bentuk seni, seperti menggambar bebas dengan menggunakan krayon dan pensil berwarna, mewarnai gambar, menyanyikan lagu sambil bermain, dan mengekspresikan gerak.



Daftar pustaka
Nata, Abuddin,2012 Kapita Selekta Pendidikan Islam.Jakarta:PT Raja Grafinda Persada
        Zubaidah,Rita.2013.Orentasi Baru  Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta

Fadlillah,M.2014.Edutaiment Pendidikan Anak Usia Dini.Jakarta:Pt Fajar Interpratama