KAPITA
SELEKTA PENDIDIKA
Pendidikan
Anak Usia Dini Dalam Perspektif Islam
PRODI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU(UMB)
Segala puji syukur atas izin ALLAH SWT. yang masih memberikan dua
kenikmatan yang luar biasa yaitu kesempatan dan kesehatan. Bahwa dengan tidak
ada dua kenikmatan itu saat ini kita tidak dapat melakukan segala aktivitas
sehari-hari. Dan termasuk penyelesaian makalah ini yang telah di buat atas izin
ALLAH SWT. Dan kepada nabi kita Muhammad saw yang telah membawa zaman ini
menjadi zaman ilmu pengetahuan yang saat ini kita rasakan.
Mengetahui cara memperoleh
pendidikan anak usia dini, sangat diperlukan oleh semua orang. Semoga dengan
tersusunnya makalah kapita selekta
pendidikan ini dapat menambah wawasan pembaca Penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini. Penyusun menyadari bahwa
makalah ini masih memiliki banyak kekurangan untuk itu kritik dan saran yang
membangun sangat penyusun harapkan dari pembaca sekalian.
A. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Perspektif
Pendidikan Islam
Dalam pandangan Islam, segala
sesuatu yang dilaksanakan, tentulah memiliki dasar hukum baik itu yang berasal
dari dasar naqliyah maupun dasar aqliyah. Begitu
juga halnya dengan pelaksanakan pendidikan pada anak usia dini. Berkaitan dengan
pelaksanaan pendidikananakusiadini,
Berdasarkan
ayat tersebut di atas, dipahami bahwa anak lahir dalam keadaan lemah tak
berdaya dan tidak mengetahui (tidak memiliki pengetahuan) apapun. Akan tetapi
Allah membekali anak yang baru lahir tersebut dengan pendengaran,
penglihatan dan hati nurani (yakni akal yang menurut pendapat yang sahih pusatnya
berada di hati). Menurut pendapat yang lain adalah otak. Dengan itu manusia
dapat membedakan di antara segala sesuatu, mana yang bermanfaat dan mana yang
berbahaya. Kemampuan dan indera ini diperoleh seseorang secara bertahap, yakni
sedikit demi sedikit. Semakin besar seseorang maka bertambah pula kemampuan
pendengaran, penglihatan, dan akalnya hingga sampailah ia pada usia matang dan
dewasanya. Dengan bekal pendengaran, penglihatan dan hati nurani (akal)
itu, anak pada perkembangan selanjutnya akan memperoleh pengaruh sekaligus
berbagai didikan dari lingkungan sekitarnya.
Meskipun anak lahir dalam keadaan
lemah tak berdaya serta tidak mengetahui apa-apa, tetapi ia lahir dalam keadaan
fitrah, yakni suci dan bersih dari segala macam keburukan. Karenanya untuk
memelihara sekaligus mengembangkan fitrah yang ada pada anak, orang tua
berkewajiban memberikan didikan positif kepada anak sejak usia dini atau bahkan
sejak lahir yang diawali dengan mengazankannya. Hal ini dikarenakan pada
prinsipnya fitrah manusia menuntut pembebasan dari kemusyrikan dan
akibat-akibatnya yang dapat menyeret manusia kepada penyimpangan watak dan penyelewengan
serta kesesatan di dalam berfikir, berencana dan beraktivitas. Bagi manusia
kepala merupakan pusat penyimpanan informasi alat indera yang mengatur semua
eksistensi dirinya, baik psikologis maupun biologis. Indera pendengaran,
penglihatan, penciuman dan indera perasaan diatur oleh kepala. Tatkala azan
berikut kalimah yang dikandungnya, yaitu kalimah Takbir dan kalimah Tauhid,
meyentuh pendengaran si bayi, maka kalimah azan tersebut ibarat tetesan air
jernih yang berkilauan ke dalam telinganya, sesuai dengan fitrah dirinya. Pada
waktu itu si bayi belum dapat merasakan apa-apa, hanya kesadarannya dapat
merekam nada-nada dan bunyi-bunyi kalimah azan yang diperdengarkan kepadanya.
Kalimah terebut dapat mencegah jiwanya dari kecenderungan kemusyrikan serta
dapat memelihara dirinya dari kemusyrikan. Demikian pula kalimah azan
seolah-olah melatih pendengaran manusia (dalam hal ini anak bayi/usia dini)
agar terbiasa mendegarkan panggilan nama yang baik, sehingga hal ini menuntut
para orang tua untuk memberi (menamai) anaknya dengan nama yang baik serta memiliki
makna yang baik pula.
Nama yang indah sesungguhnya tidak
hanya sekedar nama atau panggilan, tetapi sesungguhnya merupakan cerminan
tentang adanya pujian atau do'a, harapan atau gambaran semangat dan dambaan
indah kepada anak-anaknya.
Dalam mendukung perkembangan anak
pada usia-usia selanjutnya, termasuk pada usia dini, yang menjadi kewajiban
orang tua adalah memberikan didikan positif terhadap anak-anaknya, sehingga
anak-anaknya tersebut tidak menjadi/mengikut ajaran Yahudi, Nasrani atau
Majusi, melainkan menjadi muslim yang sejati.
Dalam pandangan Islam anak
merupakan amanah di tangan kedua orang tuanya. Hatinya yang bersih merupakan
permata yang berharga, lugu dan bebas dari segala macam ukiran dan gambaran.
Ukiran berupa didikan yang baik akan tumbuh subur pada diri anak, sehingga ia
akan berkembang dengan baik dan sesuai ajaran Islam, dan pada akhirnya akan
meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Jika anak sejak dini
dibisakan dan dididik dengan hal-hal yang baik dan diajarkan kebaikan
kepadanya, ia akan tumbuh dan berkembang dengan baik dan akan memperoleh
kebahagiaan serta terhindar dari kesengaraan/siksa baik dalam hidupnya di dunia
maupun di akhirat kelak. Hal ini senada dengan firman Allah:
Artinya: "Hai orang-orang yang
beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya
adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras,
yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka
dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.(At Tahrim: 6)
Terhadap ayat ini Ibnu Kasir dalam
tafsirnya menjelaskan, bahwa ayat ini menganjurkan kepada setiap individu
muslim bertakwa kepada Allah dan perintahkanlah kepada keluargamu untuk
bertakwa kepada Allah. Ibnu Kasir menjelaskan bahwa Qatada mengatakan bahwa
engkau perintahkan mereka untuk taat kepada Allah dan engkau cegah mereka dari
perbuatan durhaka terhadapNya, dan hendaklah engkau tegakkan terhadap mereka
perintah Allah dan engkau anjurkan mereka untuk mengerjakannya serta engkau
bantu mereka untuk mengamalkannya. Jika engkau melihat di kalangan keluargamu
suatu perbuatan maksiat kepada Allah, maka engkau harus cegah mereka darinya
dan engkau larang mereka melakukannya. Hal yang sama juga dikemukakan Ad-Dahlak
dan Muqatil, bahwa sudah merupakan suatu kewajiban bagi seorang muslim
mengajarkan kepada keluarganya, baik dari kalangan kerabatnya ataupun
budak-budaknya, hal-hal yang difardukan oleh Allah dan mengajarkan kepada
mereka hal-hal yang dilarang oleh Allah yang harus mereka jauhi.
Berdasarkan ayat tersebut, dipahami
bahwa orang tua memiliki kewajiban untuk memelihara diri dan keluarga
(anak-anaknya) dari siksaan api neraka. Cara yang dapat dilakukan oleh orang
tua ialah mendidiknya, membimbingnya dan mengajari akhlak-akhlak yang baik.
Kemudian orang tua harus menjaganya dari pergaulan yang buruk, dan jangan
membiasakannya berfoya-foya, jangan pula orang tua menanamkan rasa senang
bersolek dan hidup dengan sarana-sarana kemewahan pada diri anak, sebab kelak
anak akan menyia-nyiakan umurnya hanya untuk mencari kemewahan jika ia tumbuh
menjadi dewasa, sehingga ia akan binasa untuk selamanya. Akan tetapi seharusnya
orang tua sejak dini mulai mengawasi pertumbuhannya dengan cermat dan bijaksana
sesuai dengan tuntutan pendidikan Islam.
Dari uraian di atas kiranya dapat
disebutkan bahwa tujuan pendidikan anak usia dini dalam pandangan Islam adalah
memelihara, membantu pertumbuhan dan perkembangan fitrah manusia yang dimiliki
anak, sehingga jiwa anak yang lahir dalam kondisi fitrah tidak terkotori oleh
kehidupan duniawi yang dapat menjadikan anak sebagai Yahudi, Nasrani atau
Majusi. Atau dengan kata lain bahwa pendidikan anak usia dini dalam
pendidikan Islam bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai keislaman kepada anak
sejak dini, sehinga dalam perkembangan selanjutnya anak menjadi manusia muslim
yang kāffah, yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Hidupnya
terhindar dari kemaksiatan, dan dihiasi dengan ketaatan dan kepatuhan serta
oleh amal soleh yang tiada hentinya. Kondisi seperti inilah yang dikehendaki
oleh pendidikan Islam, sehingga kelak akan mengantarkan peserta didik pada
kehidupan yang bahagia di dunia maupun di akhirat.
B. kurikulum pendidikan anak usia dini
Pada
pendidikan anak usia dini kurikulum yang digunakan adalah berbentuk tema, di
mana guru secara bersama menentukan tema yang cocok untuk anak yang disesuaikan
dengan lingkingan lembaga.sebagian besar dalam pendidikan anak usia dini di
Indonesia sudah menggunakan tema (tematik),namun dengan terus berkembangnya
ilmu pengetahuan tentangpembelajaran anak usia dini kita mulai mengenal istilah
TFP atau tema fact and principle(istilah,fakta-fakta, dan prinsip-prinsip ). Di
mana semua informasi tentang tema dialirkan melalui TFP.
Kurikulum
adalah perangkat mata pelajaran yang diajarkan pada lembaga pendidikan
sedangkan tema adalah pokok pikiran,menurut departemen pendidikan Nasional
dalam Undang-Undang NO.20 Tahun 2003 tentang
system pendidikan Nasional yang dimaksud dengan kurikulum adalah
seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan ,isi, dan bahan pelajaran
serta cara yang digunakan sebagai pendoman penyelenggaraan kegiatan
pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu
TFT adalah serangkaian atau kumpulan materi yang
akan disampaikan pada anak untuk membagun pikiran mereka sesuai dengan tujuan
yang telah direncanakan guru untuk
disampaikan/ dilahirkan kepada anak. TFT ditulis dengan mengunakan tantanan
bahasa yang baik dan benar , dan dialirkan kepada anak dengan mengunakan bahasa
atau kalimat sederhana yang disesuaikan dengan tahap perkembangan anak.TFT merupakan pengembngan kurikulum yang berupa
uraian-uraian terkait dengan tema yang dibahas dengan bertolak pada fakta
empirik yang didukung oleh sumber-sumber buku yang dijadikan sandaran
pengetahuan dalam proses pembelajaran. TFT dalam proses pembelajaran dapat pula
diartikan sebagai upaya mengalirkan
knowledger dan pengalaman belajar kepada peserta didik yang disesuaikan dengan tingkat
perkembagan kronologis dan biologis.
Tema
yang merupakan sebuah pokok pikiran
disampaikan melalui aliran TFP ( term, fact, dan principle ). Tema merupakan
informasi umum yang bias didapatkan anak
melalui pengalaman , orang dewasa/ guru, dan tema. Informasi yang
diberikan atau dialirkan kepada anak hendaklah merupakan keadaan atau peristiwa
yang merupakan kenyataan atau sesuatu hal yang benar-benar ada atau terjadi
(fact), dan sesuai yang benar dan menjadi pokok dasar berpikir atau bertindak (principle)
Kurikulum
pengajaran dengan tema dan TFP untuk memberikan pengajaran dengan total guna
menciptakan pengajaran yang holistik (menyeluruh), pada program awal terpadu
untuk anak-anak . dan kurikulum tema pada PAUD mempunyai karakter tersendiri
menurut para ahli.kurikulum yang disusun dalam “tema”membuat anak melibatkan
dirinya di dalam semua area yang mereka pelajari dan menjadikan mereka untuk
selalu tertarik pada suatu topic dengan sikap ingin tahu. Dalam hal ini guru
harus mampu mengorganisasikan antara pikiran dan rencana (planning), sehingga
dapat memilih aktivitas yang bermanfaat untuk anak. Dengan cara guru
mengumpulkan semua data dan diorganisasian sebagai dasar perencanaan oleh
mereka, di mana hal ini berguna untuk menjaga dan menigkatkan akurasi infoemasi
yang mendukung anak .
Untuk
mempelajari materi harus berasal dari suatu pengalaman yang dekat dengan
kehidupan anak.tema selain merupakan bingkai dari materi pembelajaran yang
sudah direncanakan ,juga dibutuhkan guru guna menarik perhatian anak untuk
mereka bisa fokus terhadap:
1. Karakteristik dan detail dari topik yang
spesifik.
2. Menyebutkan dan mendeskripsikan suatu objek
dan prosesnya.
3. Memberikan detail bagai mana kerja dari
sesuatu
4. Bertanya serta menjawab pertanyaan anak
Oleh karena itu kurikulum yang disusun
dalam tema membuat anak melibatkan dirinya
didalaam pelajaran dan menjadikan mereka untuk selalu tertarik pada suatu topik dengan
sikap ingin tahu.
a. Mengenal /mengimani allah (akidah )
b. Beribadah kepada allah (ibadah)
c. Berbuat baik kepada sesama manusia, alam
raya dan makhluk allah (akhlak)
d. Mengenal dan mampu memanfaatkan alam
ciptaan allah 9ilmu pengetahuan dan keterampilan )
e. Mengenal bakat, minat dan kemampuan yang
dimiliki kesenian, oleh raga, keahlian, beryanyi, menggambar, membuat
kerajinan, dan sebagainya.
lihat pula hadis rasulullah saw. Yang
menganjurkan agar anak disik diajar berenang, memanah dan menuggang kuda, baik
dalam arti sesungguhnya maupun kiasan . berenang melambangkan keseimbangan
hidup, memanah mengambarkan kempuan
menatap masa depan secara tajam, dan menuggang kuda mengambarkan juka yang
semagat dan progresif dan kerja keras.
C. metode pendidikan anak usia dini
Belajar proses perubahan perilaku
berdasarkan pengalaman dan latihan.prinsip-prinsip belajar merupakan suatu ketentuan yang harus
dilakukan anak ketika belajar .anak merupakan pembelajaran yang aktif. Saat
bergerak , anak mencari stimulasi yang dapat meningkatkan kesempatan untuk
belajar .metode pembelajaran adalah pola
umum perbuatan guru dan murid dalam perwujudan kegiatan belajar mengajar. Metode pembelajaran adalah
segala usaha guru untuk menerapkan berbagai metode pembelajaran dalam mencapai
tujuan yang diharapkan. Dengan demikian, metode pembelajaran menekankan kepada
bagaimana aktivitas guru mengajar dan kativitas anak belajar. Anak mengunakan
seluruh tubuhnya sebagai alat untuk belajar,dan secara energy mencari cara
untuk menghasilkan potensi maksimum. Tugas guru adalah bagaimana menyediakan
lingkungan yang memungkinkan anak memperoleh pengalaman fisik,social, dan mampu
mereflesikannya. Anak belajar dengan gaya yang berbeda .ada tiga tipe gaya
belajar yaitu tipe visual, tipe
auditorial, dan tipe kinestik. Anak belajar melalui bermain, dengan bermain
anak dapat memahami, menciptakan, memanipulasi symbol-simbol, dan mentransformasikan
objek-objek tersebut
Variabel
dalam metode pembelajaranantara lain
a. Tujuan : karakteristik tujuan perlu
dipertimbangkan dalam memilih
danmengunakan metode pembelajaran.
b. Tema :tema pembelajaran di paud meliputi
beberapa tema . masing-masingtema memiliki karatekristik tersendiri , luasnya tema tergantung seberapa
dalam materi yang akan diberikanoleh gurunya.
c. Kegiatan :kegiatan belajar di PAUD dapat
dilaksanakan di dalam ruangan dan ada pula yang dapat dilaksanakan di luar
ruangan.
d. Anak :dalam menyediakan bahan dan alat
main,guru perlu mempertimbangan tahap perkembangan anak, karena setiap anak
memiliki perkembangan anak, karena setiap anak memiliki perkembangan yang
berbeda satu dengan yang lainnya.
e. Media dan sumber belajar : guru harus dapat
memilih mediah dan sumber belajar yang
dapat mendukung terlaksananya proses belajaryang efektif dan relefen dengan
metode pembelajaran yang dipilih dan
mendukung penigkatan tahap perkembangan anak menuju ke tahap yang lebih
tinggi.
f. Guru :guru merupakan factor penentu
dalam keberhasilan belajar anak .
g. Evaluasi :merupakan kegiatan pengukuran keberhasilan belajar anak .model evalusi terhadap anak
usia dini berbasis aspek perkembangan anak yaitu :estetik, afeksi,
kongnisi ,bahasa,fisik-motorik,social emosional ,pembangunan, dan main
pura-pura. Minimal lima aspek yang dikembangkan seperti pada permen Diknas
NO.58 Tahun 2009, yaitu Nilai Agama dan moral ,Bahasa, Kongnisi,fisik-motorik
dan sosial, Emosional.
Metode pembelajaran PAUD tediri dari
beberapa metode antara lain
1. Metode
pembelajaran bermain
Dworetzky memberikan batasan bermain
,setidaknya ada lima criteria dalam bermain yaitu
(1). Motivasi bermain muncul dari dalam
diri anak itu sendiri , bukan karena ada tuntunan atau paksaan dari luar dirinya
(2).pengaruh positif :kegiatan bermain merupakan tingkah
laku yang menyenagkan atau mengembirakan
(3).bukan dikerrjakan samba lalu: kegiatan
main merupakan kegiatan utama anak dan lebih bersifat pura-pura
(4).cara atau tujuan :cara bermain lebih diutamakan dari pada tujuan bermain dan
(5).kelenturan : kelenturan ditujukan baik dalam bentuk maupun dalam
hubungan serta berlalu dalam setiap situasi
Melalui
kegiatan bermain diharapkan seluruh potensi kecerdasan anak dapat di kembangkan
( kecerdasan majemuk ).selain itu ,kegiatan bermain bagi anak sangat memenaruhi
perkembanganya ,menurut harlock (1991)
setidaknya ada sebelas pengaruh bermain bagi anak, yaitu:perkembangan fisik,dorongan berkominikasi, penyaluran bagi emosional yang
terpendam, penyaluranbagi keinginan dan kebutuha sumberbelajar rangsanganbagi
kreativitas,perkembangan wawasan diri , belajar bermasyarakat , standar moral,
belajar bermain sesuai dengan peran
jenis kelamin , dan perkembangan ciri kepribadian yang diinginkan.
2. Metode
pembelajaran melalui bercerita
Bercerita adalah cara bertutur dan
menyampaikan nilai-nilai yang berlaku di
masyarakat. Isi cerita diupayakan berkaitandengan
Ø Dunia kehidupan anak yang penuh suka cita,
yang menuntut isi cerita memiliki unsure
yang dapat memberikan perasaan gembira,
lucu,menarik, dan mengasyikan bagi anak
Ø Disesuaikan dengan minat anak yang biasanya
berkenaan dengan binatang ,tanaman , kendaraan, boneka, robot, planet, dan lain
sebagainya
Ø Tingkat usia, kebutuhan dan kemampuan anak
menangkap isi cerita berbeda-beda. Maka cerita yang diharapkan haruslah
bersifat ringkas atau pendek dalam rentang perhatian anak
Ø Membuka kesempatan bagi anak untuk bertanya
dan menanggapi setelah guru selesai
bercerita
Dalam bercerita ada beberapa cara yang
dapat dilakukan oleh guru:
a. Membaca langsung dari buku cerita .
b. Menceritakan dongeng. Mendongeng merupakan cara bercerita yang meneruskan
warisan budaya dari satu generasi ke generasi berikutnya
c. Bercerita dengan mengunakan ilustrasi
gambar dari buku . guru dapat membuat gambar-gambar ilustrasi sendiri terhadap
cerita-cerita yang panjang namun mempunyai gambar yang sedikit.
d. Bercerita mengunakan papanflance. Caranya
hamper sama dengan bercerita dengan menggunakan ilustrasi gambar, yang
membedakan adalah bahan dan alat yang
digunakan.
e. Bercerita dengan mengunakan media boneka.
f. Bercerita dengan mnggunakan atau memainkan
jari-jari tangan.
3. Metode
pembelajaran melalui bernyanyi
Honing menyatakan bahwa bernyanyi memiliki
banyak manfaat untuk praktik pendidikan anak dan pengembangan pribadi anak secara luas,karena
Ø Bernyanyi bersifat menyenangkan
Ø Bernyanyi dapat dipakai untuk mengatasi
kecemasan
Ø Bernyanyi merupakan media untuk mengekpresikan
perasaan
Ø Bernyanyi dapat membantu membangun rasa
percaya diri anak
Ø Bernyanyi dapat membantu daya ingat anak
Ø Bernyanyi dapat mengembangkan rasa humor
Ø Bernyanyi dapat mengembangkan keterampilan
berpikir dan kemampuan motorik anak dan
Ø Bernyayi dapat menigkatkan keeratan
dalamsebuah kelompo
4. Metode
pembelajaran terpadu
Pembelajaran terpadu memiliki karakteristik
·
Dilakukan melalui kegitan pengalaman langsung
·
Sesuai dengan kebutuhan danminat anak
·
Memberikan kesempatan kepada anak untuk mengunakan semua
pemikiran
·
Menggunakan bermain sebagai wahana belajar
·
Menghargai perbedaan individu
·
Melibatkan orang tua atau keluarga untuk
mengoptimalkan pembelajaran.
Metode pembelajaran terpadu direncanakan
dan dilaksanakan berdasarkan prinsip-prinsip
Ø Berorientasi pada perkembamgan anak
Ø Berkaitan dengan pengalaman nyata anak
Ø Mengintegrasikan isi dan proses belajar
Ø Melibatkan penemuan aktif
Ø Memadukan berbagai bidang pengembangan
Ø Kegiatan belajar bervariasi
Ø Memiliki potensi untuk dilaksanakanmelalui
proyek oleh anak
Ø Waktu pelaksanaan fleksibel
Ø Melibatkan anggota keluarga anak
Ø Direvisi sesuai dengan minat dan pemahaman
yang ditunjukkan oleh anak
5. Metode
pembelajaran demonstrasi
Hamper dalam setiap kegiatan main akan
terjadi pengalaman baru yang menimbulkan kegiatan belajar
pada anak pengalaman-pengalaman
yang dikenal dengan pengalaman belajar tersebut diperoeh anak melalui penglihatan
,pendengaran, dan peniruan. Perolehan pengalaman belajar yang dirancang secara
khusus untuk menunjukkan, mengerjakan, dan menjelaskan suatu objek atauproses
dari suatu peristiwa yang sedang dilakukan merupakan salah satu metode bermain
yang disebut dengan demonstrasi.
6. Mentoring
pembelajaran pemberian tugas
Tugas atau pekerjaan yang diberikan kepada
anak berfungsi memberikan kesempatan kepada anak untuk melaksanakan tugas
berdasarkan petunjuk (aturan ) yang telah diberikan oleh guru sebelumnya
sehingga anak dapat mengalami secara nyata dan melaksanakan pekerjaanya dari
awal sampai tuntas. Tugas atau pekerjaan yang diberikan dapat dikerjakan secara
berkelompok atau individu.
7. Metode
pembelajaran karyawisata
Metode ini adalah kunjungan secara langsung
ke objek-objek yang sesuai dengan tema yang dibahas. Melalui kunjungan tersebut
anak dapat mengamati langsung sekaligus memperoleh kesan dari pengamatanna.
Melalui karyawisata diharapkan dapat:
Ø Merangsang minat anak terhadap sesuatu
Ø Memperluaskan informasi yang diperoleh di
tempat kegiatan
Ø Member pengalaman belajar secara langsung
Ø Menumbuhkan minat anak terhadap sesuai
Ø Menjadi
sarana rekreasi
Ø Member perasaan yang menyenangkan
Ø Sarana mempererat hubungan antum orangtua
dan pendidikan PAUD,orang tua dengan orangtua, orang tua dengan anak, serta
anak dengan anak
8. Metode
pembelajaran bercakap-cakap (berdialog)
Bercakap-cakap ini berkembang menjadi suatu
dialog bahan akan bersifat diskusi karena dapat melibatkan dua orang atau
lebih. Manfaat nyata dari bercakap-cakap antara lain:
Ø Meningkatkan keberanian anak untuk
berbicara
Ø Melatih kemampuan anak untuk mendengarkan
pembicaraan dan menangkap esan dari orang lain
Ø Membangun konsep diri yang positif
Ø Memperluas pengetahuan dan menigkatkan
perbendaharaan kosakata yang dimiliki anak
Ø Menigkatkan
keberanian anak untuk mengadakan hubungan dengan orang lain seperti pada
guru dan tema sebaya.
9. Metode
pembelajaran sentra dan lingkaran (seling)
Metode ini lebih memberi keleluasaan kepada
anak-anak untuk bebas bermaindi sentra-sentra yang sudah disiapkaan
·
Pijakan lingkungan main, berupa penataan lingkungan
main
·
Pijakan awal main, guru membacakan buku yang berkaitan
dengan tema, menggabungkan kosakata,memberikan gagasan bagaimana mengunakan
bahan-bahan da alat main yang tersedia, mendiskusikan aturan-aturan yang
digunakan saat bermain
·
Pijakan saat main merupakan pijakan individual yang
diberikan saat anak main.
·
Pijakan setelah main(recalling), mendukung anak untuk
mengigat kembali kegiatan mainya dan
setiap anak mendapatkankesempatan
Waktu lingkungan anak-anak dan guru
melakukanya kegiatan-kegiatan yang dapat menimbulkan motivasi dan menumbuhkan
kreativitas anak untuk membangun pikirannya sehingga anak mendapatkan ide-ide
yang akan dapat mereka tuangkan saat mereka bermain nantinya.
10. Metode
pembelajaran quantum teaching
Metode ini tergolongan relatif masih baru dalam
PAUD,karena pada umumnya metode ini digunakan untuk pendidikanformal.melalui
metode quantum teaching, peran otak kanandan otak kiri dapat dioptimalkan.
Melalui metode quantum teaching, peran otak kanan dan otak kiri dapat
dioptimal. Metode ini juga mampu mengakomodasi
modalitas belajar anak (visual,auditorial, kinestetik). Pembelajaran
dengan metode ini mengacu pada rancangan pembelajaran yangberbentuk TANDUR,
yaiyu tumbuhan,alam, namai, demonstrasikan, rakyat.
D. Evaluasi pendidikan anak usia dini
Setiaphari guru melakukan penilaian atau
evaluasi,dalam hal ini guru mempertimbangkan efektivitas suatu perencan program
atau sasaran .penilaian semacam ini
disebut dengan penilaian reflektif adapun penilaian tentang efisiensi proses
program disebut dengan penilaian formatif dan prihal kesahihan dan keterandalan
penilaian hasil pelaksaan program kegiatan belajar disebut dengan penilaian
sumatif.evaluasi program bertujuan untuk mngetahui efektifitas pelaksnaan
program PAUD.evaluasi program mengukur sejauh mana indikator keberhasilan
penyelenggaraan PAUD yang bersangkutan .evaluasi program mencakup penilaian
tersadar
1. Kinerja pendidikan (guru/kader/pamong) dan
pengelola
DI dalam pembelajaran dengan sentra dan
waktu lingkaran ,untuk mngetahui apakah anak memehami konsep-konsep yang
telah diajarkan, melalui metode evaluasi
berupa pengamatan langsung dan terus-menerus selama anak bermain. Evaluasi seharusnya
megambil tempat sepanjng pembelajaran berlangsung, bias berpura tingkat tahapan
main anak atau pengamatan tertulis untuk menilai know ledge anak dan kemampuan
represetasi aank.
Beberapa alat penilaian yang dapat
digunakan untuk memperoleh gambaran perkembangan kemampuan dan perilaku anak,
antara lain adalah:
1 Portofolio
yaitu penilaian berdasarkan kumpulan hasil kerja anak yang dapat menggambarkan
sejauhmana keterampilan anak berkembang.
2. Unjuk
kerja (performance) merupakan penilaian yang menuntut anak untuk
melakukan tugas dalam bentuk perbuatan yang dapat diamati, misalnya praktik
menyanyi, olahraga, atau memperagakan sesuatu perbuatan; seperti cara menggosok
gigi, cara beristinja, cara berwudhu’ dan sedikit tentang gerakan dalam
sholat.
3.. Penugasan
(project) merupakan tugas yang harus dikerjakan anak yang memerlukan
waktu yang relativ lama dalam mengerjakannya, misalnya melakukan percobaan
menanam biji.
4. Hasil karya (product)
merupakan hasil kerja anak setelah melakukan suatu kegiatan.
Seluruh
kegiatan evaluasi yang dilakukan dalam pendidikan anak usia dini adalah untuk
mengetahui perkembangan anak didik, yang mencakup dua aspek utama yaitu aspek
pembiasan dan kemampuan dasar. Pada aspek pembiasaan, penilaian meliputi
tentang perkembangan moral dan nilai-nilai agama, social, emosional dan
kemandirian. Sedangkan pada aspek kemampuan dasar penilaiannya meliputi;
kemampuan berbahasa, kemampuan kognitif, kemampuan fisik/motorik, dan kemampuan
seni. Terhadap perkembangan moral dan nilai-nilai agama, evaluasi
dilakukan untuk mengetahui kemampuan anak dalam berdo’a, mengucapkan salam,
membedakan cipataan-ciptaan Allah, membaca beberapa do’a pendek, sekaligus juga
mengetahui perkembangan anak dalam berdisiplin, kesopanan dalam berpakaian dan
ketertiban dalam mengerjakan tugas-tugas di sekolah. Adapun penilaian terhadap
perkembangan sikap sosial, emosional dan kemandirian, ditujukan untuk
mengetahui perkembangan kemampuan anak dalam bergaul, berteman, mengambil
keputusan sederhana, bertanya sederhana, mengendalikan emosi dan kemandirian
dalam mengurus keperluannya di sekolah. Sedangkan penilaian pada aspek
kemampuan dasar ditujukan untuk mengetahui perkembangan kemampuan anak dalam
berbahasa, seperti kemampuan melakukan macam-macam perintah menceritakan
pengalaman nya, merespon pertanyaan guru, dan kemampuan berkomunikasi dengan
guru maupun temannya. Evaluas perkembangan kemampuan kognitif dilakukan
untuk menilai kemampuan anak dalam menyatakan waktu yang dikaitkan dengan jam,
membedakan macam-macam suara, mengelompokan warna, mengenal dan membedakan
macam-macam rasa, serta kemampuan anak dalam menghitung bilangan tanpa
menggunakan alat bantu. Evaluasi perkembangan fisik/motorik dilakukan dalam
rangka mengetahui kemampuan anak dalam hal fisik/motoriknya seperti dalam
kegiatan makan, menyisir
rambut, mencuci dan mengelap tangan, memantulkan, menangkap, melempar bola,
menggunting, melipat, dan meniru suatu gerakan terutama dalam bentuk senam atau
tarian sederhana. Evaluasi perkembangan seni adalah untuk mengetahui kemampuan
anak dalam mengapresiasikan imajinasinya dalam bentuk seni, seperti menggambar
bebas dengan menggunakan krayon dan pensil berwarna, mewarnai gambar,
menyanyikan lagu sambil bermain, dan mengekspresikan gerak.
Nata, Abuddin,2012 Kapita Selekta
Pendidikan Islam.Jakarta:PT Raja Grafinda Persada
Zubaidah,Rita.2013.Orentasi
Baru Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta
Fadlillah,M.2014.Edutaiment Pendidikan
Anak Usia Dini.Jakarta:Pt Fajar Interpratama